Berbagi Informasi :

Menteri Kesehatan Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa karena mempromosikan ramuan penyihir dan air ajaib untuk obat Covid-19.

Mengutip Insider, Rabu (18/8/2021) Wanniarachchi secara terbuka mendukung dan mempromosikan air ajaib racikan penyihir bernama Dhammika Bandara.

Menurut Bandara, ia mengklaim mendapat resep atau racikan itu dari dewi hindu Kali, yang merupakan dewi kematian sekaligus kehancuran. Ia menjanjikan orang yang meminumnya diberi perlindungan permanen atau terlindungi selamanya dari Covid-19.

Di saat para dokter menolak ramuan itu, namun ribuan orang di Sri Lanka masih saja melakukan perjalanan ke tempat tinggal Bandara, di Kagalle untuk membeli satu paket berisi 13 botol ramuan, yang terbuat dari biji pala dan madu.

Bahkan ramuan tradisional dan herbal itu disebut sangat populer di Sri Lanka yang membuat Dewan Pengobatan Adat negara itu mempercepat persetujuan pengobatan tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa politisi juga difoto sedang mengonsumsi ramuan tersebut termasuk di antaranya Wanniarachchi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Sri Lanka, Piyal Nishantha de Silva.

Namun baik Wanniarachchi dan Nishantha de Silva tetap tertular Covid-19, bahkan Wanniarachchi mengalami gejala yang cukup parah, yang membuatnya harus dirawat di ruang intensif atau ICU.

Akhirnya, Wanniarachchi dicopot dari jabatannya oleh presiden. Tapi ia tetap berada dalam jajaran kabinet sebagai menteri transportasi.

Sementara itu, Sri Lanka tengah berjuang menghadapi lonjakan Covid-19, yang tembus 365.683 kasus dengan total 6.434 orang meninggal dunia.

Menurut catatan Universitas Johns Hopskins, negara tersebut baru saja mencatatkan rekor tertinggi lebih dari 3.600 kasus baru dan 167 kematian baru pada Senin, 16 Agustus 2021 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.