Berbagi Informasi :

Belakangan ini, istilah CT Value kembali ramai dibicarakan untuk menentukan seseorang sudah sembuh atau belum dari COVID-19. Tak hanya itu, banyak juga beredar soal imbauan untuk meminta hasil CT Value setelah melakukan tes PCR.

Dalam imbauan tersebut, menyebutkan jika CT Value sudah di angka 30 ke atas pasien sudah dikatakan sembuh. Namun, sebenarnya CT Value tidak bisa menjadi acuan untuk menyatakan seseorang sudah sembuh dari COVID-19.

Sebenarnya, apa sih CT Value itu?

Menurut pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, CT Value merupakan jumlah siklus dalam PCR yang dilakukan untuk mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab. Tetapi, nilai value ini berbanding terbalik dengan jumlah materi genetik virus.

Artinya, semakin besar nilai CT Value maka akan semakin sedikit jumlah materi genetik virus pada pasien tersebut.

“Kalau ternyata dia kontak erat misal kontak eratnya hari Senin, terus hari Kamis dia periksa PCR 35, saya mesti khawatir, ini jangan-jangan masih bisa turun nih kalau saya pantau terus,” kata Ahmad.

“Karena misalnya dia pernah kontak erat, CT Value di angka 29, bisa jadi angka 29 itu masih bisa turun, karena kan virus pasti menanjak angkanya,” sebutnya.

Apakah dengan angka CT Value yang tinggi sudah bisa dipastikan sembuh dari COVID-19? Klik ke halaman selanjutnya.

Lalu, apakah CT Value tinggi bisa dikatakan sembuh?

Meski CT Value yang besar menandakan virus di tubuh jumlahnya sudah berkurang, tidak bisa dikatakan sudah sembuh atau bebas dari COVID-19. Jika gejala masih ada, pasien tersebut masih berpotensi untuk menularkan virus ke orang lain.

“Bisa saja kita sedang berada di fase awal atau akhir COVID-19, jadi kita sakit tapi tidak sadar. Pas dicek, hasilnya negatif. Itu biasanya diinterpretasikan dokter dengan CT Value dan sebagainya,” kata dokter mikrobiologi klinis dari Intibios Lab dr Enty, Sp. MK.

“Tapi CT Value itu tidak serta merta jadi patokan bahwa kalo CT tinggi berarti sudah aman. Belum tentu, karena ada faktor klinis,” lanjutnya.

dr Enty menjelaskan ada dua kemungkinan jika angka CT Value tinggi atau jumlah virus sudah sedikit. Bisa karena masa infeksi hampir berakhir atau justru baru memasuki tahap awal infeksi. Untuk itu, ia mengimbau untuk tetap mengamati gejala dan faktor klinis yang dikeluhkan pasien.

Selaras dengan itu, Ahmad juga mewanti-wanti untuk tidak menyimpulkan sendiri hasil dari CT Value tersebut. Kesimpulan dari angka itu harus dijelaskan secara detail oleh dokter atau ahlinya, termasuk pertimangan klinis lain seperti gejala riwayat kontak dengan pasien positif, hingga kondisi paru.

“Tapi interpretasi keseluruhan itu harus dokter, yang menyimpulkan. Nanti kan dites gejala ada apa nggak, dicek riwayatnya, dia kapan dites, kenapa dites, oh misalnya pernah kontak erat, kontak eratnya kapan, nanti kesimpulannya itu lebih menyeluruh,” tegas Ahmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.