Berbagi Informasi :

Menopause dialami wanita ketika ovarium tidak lagi melepaskan sel telur. Salah satu tanda yang paling umum adalah berhentinya menstruasi.

Meski begitu, sebelum menstruasi akhirnya terhenti sama sekali, ada beberapa gejala menopause yang bisa diamati. Mengutip dari Hello Sehat, inilah 7 gejala menopause yang perlu Anda tahu.

1. Menstruasi tidak teratur
Saat mendekati masa menopause, wanita akan mengalami perubahan siklus menstruasi, yaitu menjadi tidak teratur. Jumlah darah yang keluar bisa bervariasi, bisa menjadi lebih banyak, atau lebih sedikit, atau hanya berupa bercak darah atau flek.

2. Masalah pada saluran kemih
Wanita yang telah memasuki masa menopause biasanya akan mengalami masalah inkontinensia urine, yakni sulitnya menahan keinginan buang air kecil. Atau, bisa juga mereka menjadi lebih sering buang air kecil.

Selain itu, ada pula yang mengeluhkan rasa nyeri ketika buang air kecil. Hal ini biasanya terjadi akibat jaringan vagina dan salurah kemih menipis dan kehilangan elastisitasnya.

Penurunan kadar estrogen dalam tubuh wanita yang kerap terjadi menjelang masa menopause juga menyebabkan wanita rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi saluran kemih.

3. Sensasi rasa panas
Wanita yang mengalami masa menopause disebutkan akan mengalami hot flush atau sensasi rasa panas. Rasa panas ini menyebar dari wajah, leher, hingga tubuh. Kondisi ini bahkan bisa muncul lebih awal saat siklus haid masih berlangsung.

Munculnya rasa panas ini biasanya terjadi secara tiba-tiba, bahkan tidak diketahui penyebabnya. Selain rasa panas, gejala lain juga bisa dirasakan seperti tubuh berkeringat, kemerahan, hingga dada berdebar-debar.

4. Sulit tidur
Menjelang menopause, wanita akan mengalami sulit tidur alias insomnia. Hal ini disebabkan kadar estrogen dan progesteron yang terus menurun. Selain sulit tidur, wanita juga menjadi lebih mudah terbangun saat malam hari.

Dampak dari hal ini, kualitas tidur pun jadi berkurang. Dan efeknya, tubuh akan mudah lelah.

5. Vagina kering
Menopause terjadi karena penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi cairan vagina menjadi berkurang, sehingga dampaknya vagina bisa menjadi kering.

Selain kering, ada rasa tidak nyaman, gatal, hingga perih di sekitar vagina. Kondisi ini membuat wanita mengalami rasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangannya.

6. Gairah seks menurun
Menopause dapat menurunkan gairah seksual pada wanita. Hal ini karena hormon estrogen mengalami penurunan, sehingga klitoris menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual.

7. Masalah psikologis
Menjelang menopause, wanita akan mengalami beberapa perubahan psikologis, misalnya mudah tersinggung, sedih, merasa tidak bersemangat, cepat lelah, cemas, hingga perubahan suasana hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.