Berbagi Informasi :

Asam lambung naik atau turun sering kali terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas kita. Jika tidak diobati bisa menimbulkan kondisi kesehatan serius. Lantas, bagaimana cara menangani asam lambung yang tiba-tiba naik atau turun?

Asam lambung, merupakan cairan encer dan tidak berwarna yang diproduksi oleh lapisan perut. Cairan ini sangat asam dan diproduksi guna memecah makanan agar proses pencernaan menjadi lebih mudah. Cairan asam juga membantu tubuh menyerap nutrisi lebih mudah saat makanan bergerak melalui saluran pencernaan.

Untuk memecah segala jenis makananan mulai dari daging hingga sayuran dan buah-buahan berserat, asam lambung harus sangat asam. Meski sangat asam, tubuh dirancang untuk menangani kadar asam lambung yang normal agar tidak menimbulkan sakit atau komplikasi kesehatan tertentu.

Namun, terkadang ada masalah atau kondisi serius dalam tubuh yang menyebabkan tubuh memiliki cairan asam lambung dengan tingkat keasaman rendah atau tinggi yang bisa menimbulkan penyakit atau komplikasi.

Dikutip healthline, Jumat (3/9/2021), berikut fakta asam lambung:

1. Berapa kadar asam yang normal?

Beberapa fungsi asam lambung dalam tubuh, yakni memecah makanan yang dikonsumsi menjadi partikel yang lebih mudah dicerna dan bertindak sebagai garis pertahanan pertama melawan patogen serta mikroba yang bisa menimbulkan penyakit.

Keasaman cairan asam lambung diukur pada skala pH. Skala ini berkisar dari 0 hingga 14. Semakin rendah tingkat pH, semakin kuat tingkat asam cairan.

Asam lambung memiliki pH antara 1 dan 2 yang berarti cukup asam. Asam lambung, yang normal memiliki keseimbangan pH hanya satu atau dua titik lebih tinggi.

2. Bagaimana jika mengalami asam lambung rendah?

Normal jika kadar asam lambung seseorang mengalami naik-turun sepanjang waktu. Pada situasi tertentu, seperti stres atau sedang dalam pengobatan bisa menyebabkan asam lambung rendah. Sebab, tubuh tidak dapat memproduksi asam lambung atau asam klorida sebanyak mungkin.

Berikut gejala asam lambung rendah:

  • Sering bersendawa
  • Kembung
  • Sakit perut
  • Maag
  • Diare
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Mual yang disertai dengan muntah
  • Sering buang angin
  • Rambut rontok

Asam lambung rendah yang kronis bisa berdampak serius terhadap kesehatan. Gejala awalnya kondisi ini, seperti kesulitan mencerna makanan dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika tidak segera diobati bisa meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan kronis.

3. Cara menangani asam lambung rendah

Perawatan yang tepat untuk menangani asam lambung rendah tergantung pada penyebabnya.

Dokter mungkin meresepkan suplemen asam klorida yang dapat meningkatkan tingkat pH asam lambung dan obat dengan enzim pepsin. Enzim ini membantu meningkatkan keasaman lambung.

Perawatan lain yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi yang menyebabkan asam lambung rendah
  • Diet dan mengonsumsi suplemen untuk asam lambung
  • Mengurangi stres

4. Bagaimana jika mengalami asam lambung tinggi?

Jika kadar asam dalam cairan lambung terlalu tinggi, selaput lendir di perut bisa berhenti bekerja sehingga Kadar asam bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

  • Maag
  • Penyakit asam lambung atau refluks asam
  • Penyakit pencernaan refluks gastroesofageal (GERD)

Gejala asam lambung tinggi meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Kembung
  • Perut terasa tidak nyaman yang terasa semakin parah saat perut kosong
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba

5. Cara menangani asam lambung tinggi

Asam lambung yang tinggi paling sering diobati dengan obat-obatan, seperti obat PPI (Proton Pump Inhibitor) yang bekerja untuk menurunkan asam lambung.

Perawatan lain yang dapat dilakukan tergantung pada penyebab asam lambung tinggi, biasanya terdiri dari:

  • Mengonsumsi antibiotik dari dokter
  • Perubahan pola makan
  • Operasi untuk mengangkat tumor bagian perut (gastrektomi) atau saraf vagus (vagotomi)

6. Penyebab asam lambung naik atau turun

Asam lambung naik atau turun dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan faktor gaya hidup.

Kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko asam lambung rendah meliputi:

  • Lahir prematur
  • Menjalani operasi perut
  • Mengalami stres tingkat tinggi
  • Kekurangan nutrisi, terutama zinc
  • Mengalami infeksi yang disebabkan oleh helicobacter pylori
  • Memiliki penyakit kronis

Sementara penyebab asam lambung tinggi meliputi:

  • Kelebihan produksi hormon tertentu yang bisa memicu produksi asam lambung
  • Produksi asam lambung setelah menghentikan obat untuk menurunkan asam lambung
  • Infeksi helicobacter pylori
  • Mengalami obstruksi saluran keluar lambung
  • Tumor, tetapi asam lambung tinggi yang disebabkan tumor jarang terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.