Berbagi Informasi :

Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai memberlakukan sekolah tatap muka. Keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan faktor tertentu dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Adapun daerah yang boleh melakukan pembelajaran sekolah tatap muka (PTM), yaitu daerah dengan PPKM level 1-3. Sedangkan, bagi daerah yang masih di level 4 tetap melakukan pembelajaran daring.

Merespons hal ini, dokter spesialis anak, dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K), mengatakan bahwa orang tua harus membekali anaknya dengan peralatan tambahan. Tujuannya untuk mengurangi risiko penularan virus Corona selama PTM.

Berikut daftar yang perlu dibawa:

1. Masker cadangan

Menurut dr Ariani, anak-anak harus dibekali masker cadangan lebih dari satu. Tujuannya untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak terduga.

“Kalo maskernya basah atau jatuh, mereka bisa dengan mudah mengganti. Termasuk juga jika temannya mengalami kesulitan dengan masker mereka, anak masih punya cadangan untuk memberikan ke temannya,” kata dr Ariani dalam program e-Life.

2. Hand sanitizer

Selain masker cadangan, hand sanitizer dan alat pembersih lainnya seperti tisu basah juga perlu disiapkan. Ini untuk menghindari anak-anak memakai barang orang lain.

3. Kantong

Kantong diperlukan untuk menyimpan masker yang sudah tidak terpakai. Hal ini merupakan langkah cadangan jika tidak menemukan tempat sampah di sekitar.

“Contohnya, mereka sedang dalam perjalanan dari sekolah ke rumah. Supaya masker tidak dibuang sembarangan, mereka bisa membuangnya di dalam kantong tersebut,” jelasnya.

4. Alat makan dan minum

Membawa peralatan makan dan minum sendiri juga menjadi hal penting untuk diterapkan, terutama di tengah pandemi COVID-19. Dengan melakukan hal ini, orang tua dapat memastikan bahwa anak-anaknya menggunakan peralatan makan dan minum yang higienis.

“Jangan sampai anak kita kekurangan minum, kemudian terpaksa harus sharing dengan temannya,” kata dr Ariani.

Sementara itu, dr Ariani juga mengungkapkan bahwa hal di atas merupakan tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak. Itu dapat mengajarkan tentang berbagi kepada orang lain, namun dengan suatu pilihan.

“Tapi berbaginya dipilih mana yang boleh dibagi mana yang tidak boleh. Atau bagaimana caranya berbagi dengan cara yang aman sesuai protokol,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.