Berbagi Informasi :

Bupati Kediri mengimbau warga waspada akan bahaya dan ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Terlebih saat ini musim hujan.

DBD merupakan penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sepanjang 2021, di Kabupaten Kediri ditemukan 182 kasus DBD.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono mengingatkan masyarakat, untuk selalu waspada dengan DBD. Apalagi, saat musim hujan rawan adanya genangan yang menjadi tempat nyamuk berkembang.

“Jangan sampai demam berdarah ini menjadi ancaman baru di tengah masa pandemi COVID-19 ini,” katanya, Senin (15/11/2021).

Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menyatakan, pemerintah melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi penyebaran kasus DBD. Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Pastikan lingkungan bersih dan tidak banyak genangan di tempat-tempat sampah, dan tempat lain yang berpotensi timbulnya genangan,” imbuh Mas Dhito.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib menambahkan, data kasus DBD yang dihimpun mencapai 182. Dua di antaranya meninggal dunia. DBD memang harus terus diwaspadai.

“Memang sekarang belum meningkat, namun potensinya sangat tinggi. Karena tahun lalu puncak demam berdarah terjadi pada musim hujan,” jelas dr Chatib.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melakukan perilaku hidup sehat serta menjalankan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ada di desa-desa pun diharapkan terus aktif.

“Yang kita harapkan adalah kader jumantik ini selalu survei ke rumah-rumah agar tidak ada jentik-jentik yang tumbuh,” pungkas dr Chatib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.