Berbagi Informasi :

Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan dengan menggunakan berbagai alat. Namun, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mempermudah pemeriksaan dengan satu alat yang menyerupai mesin ATM.
Mesin tersebut dinamai ‘Healthcare KIOSK’. Inovasi alat kesehatan yang dilengkapi dengan metode deep learning sebagai login para pengguna.

Mesin pemeriksa kesehatan yang menyerupai mesin ATM ini dibuat dua mahasiswa PENS. Yakni Alvian Tedy Aditya dan Ahmad Faizin. Inovasi ini menerapkan prinsip teknik dan konsep desain pada bidang kedokteran dan medika untuk kesehatan.

“Mesin ini bisa mendeteksi berat badan, tinggi badan, kadar air, kadar gula dan kadar oksigen penggunaannya. Selain itu, mesin ini juga dilengkapi vitur pengenalan wajah untuk registrasi,” kata Alvian kepada wartawan di PENS, Senin (15/11/2021).

Cara menggunakannya pun cukup mudah, karena mesin berbentuk seperti mesin ATM. Mulanya, pengguna terlebih dulu mengisi data diri sesuai KTP, selanjutnya pengguna memasukkan uang pecahan 5 ribu, lalu melakukan log in sistem pengenalan wajah dengan berdiri di depan mesin.

“Setelah login berhasil, proses pengecekan kesehatan tubuh secara umum akan dilakukan dan hasil pemeriksaan akan ditampilkan di layar mesin,” jelasnya.

Selain pemeriksaan secara umum, lanjut Alvian, mesin ini juga bisa memberikan diagnosis umum. Ia mencontohkan seperti kadar air pengguna kurang akan muncul diagnosis kalau dia dehidrasi.

“Untuk saat ini masih seputar diagnosis umum yang kita dapatkan dari literasi kesehatan,” ujarnya.

Rencananya, mesin ini akan diletakkan di tempat-tempat umum agar bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Ia dan tim juga akan menambahkan fitur lain dan mengembangkan inovasinya agar bisa bermanfaat untuk masyarakat.

“Ke depannya akan dibuat portable seperti koper, sehingga dapat membantu dokter-dokter dalam melakukan pemeriksaan awal pada pasien,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.