Berbagi Informasi :

COVID-19 varian Omicron diketahui memiliki banyak mutasi. Studi menyebut kemungkinan salah satu mutasi yang dimiliki varian Omicron diambil dari materi genetik virus lain.

Pemimpin studi Venky Soundararajan dari perusahaan analisis data medis nference mengatakan beberapa sekuens genetik yang dimiliki Omicron tidak ditemukan pada varian COVID-19 sebelumnya.

Namun sekuens tersebut diketahui umum ditemukan pada virus lain, termasuk virus penyebab common cold (selesma).

Studi sebelumnya sudah menemukan bahwa sel di paru-paru manusia dapat terinfeksi oleh COVID-19 dan virus lainnya secara bersamaan.

Peneliti mengira kondisi koinfeksi ini dapat memicu rekombinasi, sebuah proses saat dua virus berbeda dalam sel inang yang sama berinteraksi saat memperbanyak diri dan menghasilkan ‘keturunan’ yang memiliki sebagian materi genetik dari keduanya.

“Kita mungkin telah melewatkan beberapa generasi rekombinasi ini,” kata Soundararajan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/12/2021).

Peneliti menyebut varian Omicron kemungkinan membuat dirinya jadi lebih sulit ‘terdeteksi’ oleh sistem imun dengan cara ini. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.