Berbagi Informasi :

Banyak orang tua yang panik ketika bayi mereka sakit. Saking paniknya, mereka tanpa melihat-lihat lagi apakah takaran obatnya sesuai atau tidak. Bayi sendiri diketahui memiliki sensitivitas yang cukup tinggi dibandingkan remaja.

Untuk itu, jika orang tua sampai memberikan takaran dosis dan waktu pemberian obat yang salah, bisa-bisa obat tersebut memberikan efek samping yang berbahaya pada bayi mereka.

Memberikan obat pada bayi tentunya harus sesuai dengan resep dokter. Ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan ke bayi, terutama di bawah usia 6 bulan.

Hal ini dikarenakan obat-obat tersebut memiliki efek samping yang sangat berbahaya bagi bayi, seperti menghambat sistem kerja tubuh, asma, dan komplikasi lainnya.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus benar-benar teliti obat apa saja yang diberikan kepada anak bayi sesuai anjuran dari dokter.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah obat yang tidak boleh diberikan ke bayi dan harus diperhatikan takaran dosisnya.

1. Paracetamol

Paracetamol merupakan salah satu obat yang tidak boleh diberikan ke bayi di bawah tiga bulan. Jika sangat dibutuhkan, sebaiknya berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter.

Paracetamol diketahui memiliki efek samping yang bisa menghambat beberapa enzim berbeda di dalam otak. Bahkan, dapat menghambat ikatan tulang belakang yang terlibat dalam perpindahan rasa sakit.

Selain itu, terlalu banyak memberikan paracetamol ke bayi dapat menyebabkan masalah pada organ hati dan paru-paru yang bisa mengancam jiwa.

Menurut studi, penggunaan parasetamol pada bayi bisa meningkatkan risiko asma dalam jangka waktu 5 tahun ke depan sebesar 46%.

2. Ibuprofen

Obat ini sebaiknya tidak diberikan ke bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Hal ini karena dapat menghambat produksi beberapa zat kimia di dalam tubuh bayi yang bisa menyebabkan sakit, atau peradangan pada bayi.

Salah satu studi menyatakan bahwa ibuprofen memang bagus mengatasi demam pada bayi dan anak di atas usia 6 bulan. Dan perlu diingat, obat ini tidak diberikan pada bayi yang menderita asma, gangguan ginjal, hati, dan penyakit kronis.

Meskipun diperbolehkan untuk bayi di atas 6 bulan, ada baiknya juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3. Aspirin

Obat yang tidak boleh diberikan ke bayi berikutnya adalah aspirin. Jangan pernah sekali-kali memberikan obat ini kepada anak karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome.

Sebagai informasi, reye’s syndrome adalah sindrom yang bisa mengubah zat-zat kimia dalam darah, sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi beberapa organ terutama hati dan otak.

Obat yang mengandung aspirin biasanya diberikan nama salicylate atau acetylsalicylic acid.

4. Obat anti-mual

Mual dan muntah yang dialami oleh bayi umumnya bisa reda sendiri dengan istirahat yang cukup dan pola makan yang sehat. Penggunaan obat anti-mual hanya boleh diberikan kepada bayi jika disarankan oleh dokter.

Karena jika memberikannya sembarangan, dapat menimbulkan komplikasi yang buruk pada bayi.

5. Obat batuk dan flu yang dijual bebas

Obat-obat ini justru berbahaya jika dikonsumsi oleh bayi dengan dosis yang berlebihan. Efek samping yang diberikan mungkin adalah sakit perut, kejang, ruam kulit, dan peningkatan detak jantung.

American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan melarang penggunaan obat batuk dan flu yang dijual bebas tersebut untuk dikonsumsi oleh anak yang belum sekolah.

Berdasarkan survei, setiap tahun ada 7.000 anak di bawah usia 11 tahun yang masuk rumah sakit karena mengonsumsi obat batuk dan flu yang berlebihan.

6. Obat untuk orang dewasa

Memberikan obat orang dewasa dengan dosis yang dikurangi, tentu sangat berbahaya untuk bayi. Belum tentu obat tersebut dapat diproses oleh bayi dan mendapatkan efek baiknya.

Jadi, jangan pernah untuk memberikan obat dewasa kepada bayi dan anak.

7. Asetaminofen yang berlebihan

Beberapa obat yang mengandung asetaminofen biasanya berguna untuk menurunkan demam dan sakit. Akan tetapi, tetap berhati-hati karena obat ini juga bisa memberikan efek samping berupa komplikasi yang berbahaya jika dikonsumsinya secara berlebihan.

Selain itu, penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak.

8. Tablet kunyah

Obat yang tidak boleh diberikan ke bayi berikutnya adalah tablet kunyah. Tidak semua anak bayi dan balita mampu mengunyah obat tablet sampai halus. Untuk itu, obat ini juga sangat berisiko membuat bayi dan balita mengalami tersedak.

Jika memang diharuskan untuk meminumnya, sebaiknya hancurkan obat tersebut dan beri sedikit air untuk menghindari risiko tersedak pada anak.

Selain daftar obat yang tidak boleh diberikan ke bayi, ada upaya sederhana yang mungkin bisa membantu orang tua di rumah saat menghadapi anak yang sakit.

Atasi penyakit ringan tanpa obat pada bayi

Apabila sang anak jatuh sakit, seperti demam, flu, batuk, dan lain-lain, ada baiknya mencegah penyakit-penyakit tersebut dengan pola hidup yang sehat. Berikut upaya sederhana yang mungkin bisa orang tua dicoba di rumah.

– Memastikan sang anak untuk beristirahat yang cukup
– Posisikan kepala anak lebih tinggi dari tubuh ketika berbaring
– Konsumsi air putih atau asi yang cukup untuk mencegah dehidrasi
– Oleskan minyak telon di area leher, dada, dan punggung
– Bersihkan hidung anak dengan tisu yang telah dibasahi air hangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.