Berbagi Informasi :

Binge-watching atau menonton seharian baik film maupun drama kini jadi aktivitas yang populer terutama di kalangan milenial. Aktivitas ini ternyata mempengaruhi kesehatan. Berikut efek nonton drama seharian terhadap kesehatan.

Binge-watching merujuk pada aktivitas menonton sejumlah episode drama atau maraton beberapa film sekaligus dalam sekali duduk. Tak jarang, orang bisa binge watching selama 12-24 jam.

Studi menunjukkan di masa pandemi Covid-19 saat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aktivitas binge-watching pun melonjak dari pada biasanya.

Jika tidak dikontrol, kegiatan ini bisa membahayakan kesehatan. berikut efek nonton drama seharian terhadap kesehatan:

1. Kecanduan

Binge-watching bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan menonton seharian ini tidak ditentukan dari banyaknya episode atau lamanya menonton, melainkan efek dari aktivitas tersebut.

Kecanduan menonton dapat membuat suasana hati seseorang tergantung pada aktivitas ini. Kecanduan juga bisa membuat hubungan, pendidikan, atau pekerjaan rusak.

2. Kecemasan-depresi

Dikutip dari Independent, studi menunjukkan menonton tv seharian memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala kecemasan dan depresi. Semakin besar gejala kecemasan dan depresi, semakin bermasalah pula binge-watching yang dilakukan.

Studi di Taiwan jua menunjukkan bahwa menonton drama seharian dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan kesepian.

3. Meningkatkan risiko penyakit

Menonton drama seharian sering kali dilakukan dari kursi atau bahkan sambil tidur. Kondisi ini jika terus dilakukan dalam waktu lama dapat merusak postur tubuh. Selain itu, risiko penyakit juga meningkat. Aktivitas sedenter ini meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Itulah efek menonton drama seharian. Perhatikan kembali aktivitas menonton Anda agar tidak mengganggu kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.