Penjelasan Satgas, terkait Penumpukan Penumpang di Bandara-Wisma Atlet

Penjelasan Satgas, terkait Penumpukan Penumpang di Bandara-Wisma Atlet

Berbagi Informasi :

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menanggapi kabar terkait video yang beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan terjadinya penumpukan penumpang yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan ingin menjalani karantina di Wisma Atlet.

Wiku mengatakan video tersebut merupakan dokumentasi situasi pada beberapa waktu lalu. Saat ini, situasi sudah terkendali dan akan terus dijaga sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

“Terkait laporan mengenai penumpukan penumpang yang menyebabkan kerumunan di bandara maupun Wisma Atlet, sudah ditindaklanjuti. Dan ditemukan bahwa video yang beredar di masyarakat adalah dokumentasi situasi beberapa waktu yang lalu,” kata Wiku dalam konferensi.

“Saat ini, kondisi di bandara dan Wisma Atlet sudah terkendali. Kami jaga terus sesuai dengan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Sebelumnya, beredar video dengan narasi yang menyebutkan para penumpang itu sebagian besar tenaga kerja Indonesia atau TKI. Mereka disebut mengantre proses karantina ke Wisma Atlet tetapi kemudian diarahkan untuk karantina di hotel dengan biaya sendiri yang mencapai Rp 19 juta untuk 10 hari.

Komandan Satgas Udara COVID-19 Bandara Soekarno-Hatta Kolonel Agus Listiyono juga sudah memberikan penjelasan terkait kondisi ini. Ia mengatakan penumpukan itu terjadi pada Sabtu, 18 Desember 2021.

Agus mengungkapkan penumpukan penumpang yang akan menjalani karantina wajib itu terjadi karena adanya hambatan dalam proses karantina.

“Penumpukan itu ya terjadi karena Wisma Pademangan dan Wisma Pasar Rumput memang penuh saat itu,” ucap Agus kepada.

“Dan kebetulan saat itu lockdown Wisma Atlet Pademangan, kan ada (penularan) Omicron jadinya dibukalah (Rusun) Nagrak (tapi) Nagrak saat itu belum siap,” imbuhnya.

“Sabtu itu jam 11 baru (terurai), itu kan penerbangan Jumat malam juga imbasnya ke Sabtu pagi dini hari, sampai ke Minggu clear nggak yang ini, Pangdam pun melihat keadaan penumpukan itu. Minggu udah selesai, sampai sekarang pun udah sepi,” imbuhnya.

COVID-19 KEBIJAKAN KESEHATAN LAYANAN KESEHATAN