Ini Cara “Diet Intermittent Fasting” yang Populer, untuk Turunkan BB

Ini Cara “Diet Intermittent Fasting” yang Populer, untuk Turunkan BB

Berbagi Informasi :

Puasa intermiten (intermittent fasting) belakangan meramaikan dunia tren kesehatan. Ada beberapa cara diet intermittent fasting populer yang bisa Anda coba.

Diet ini diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, hingga memperpanjang angka harapan hidup.

Ada beberapa metode yang populer digunakan banyak orang. Meski diklaim efektif, namun tingkat kecocokan akan tergantung pada masing-masing individu.

Pengertian dan Manfaat Puasa Intermiten

Diet intermittent fasting diklaim ampuh untuk menurunkan berat badan. Puasa intermiten merupakan pola makan yang terbagi ke dalam dua periode: makan dan puasa.

Mengutip Healthline, pola ini tak menentukan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, melainkan lebih kepada mengatur waktu makan.

Pola ini diklaim ampuh dalam membantu menurunkan berat badan. Selain itu, pola ini juga diklaim dapat membantu mengurangi resistensi insulin, menekan semua faktor risiko penyakit jantung, mencegah pertumbuhan sel kanker, hingga menjaga kesehatan otak.

Tak cuma itu, mengutip Mayo Clinic, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa intermiten bisa lebih bermanfaat daripada diet lain untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki kondisi seperti:

– penyakit Alzheimer
– radang sendi
– asma
– multiple sclerosis
– stroke

Cara Diet Intermittent Fasting

Ada beberapa cara diet intermittent fasting yang populer. Berikut enam cara diet intermittent fasting populer yang bisa Anda coba, mengutip Healthline.

1. Metode 16/8

Metode ini mengharuskan Anda untuk berpuasa setiap hari selama 16 jam. Sisa 8 jam bisa Anda gunakan sebagai waktu makan. Metode ini juga dikenal sebagai protokol Leangains dan dipopulerkan oleh ahli kebugaran, Martin Berkhan.

Metode ini cukup mudah dan sederhana untuk dilakukan. Anda cukup tidak mengonsumsi apa pun setelah makan malam dan melewatkan sarapan. Yang pasti, hitung selama 16 jam.

Namun, Anda masih diperbolehkan untuk mendapatkan asupan air seperti air mineral, kopi, dan minuman nol kalori lainnya selama waktu puasa. Cara ini biasanya dapat membantu mengurangi rasa lapar.

2. Diet 5:2

Metode ini membagi hari berpuasa dalam satu pekan. Selama lima hari dalam sepekan, Anda dipersilakan makan dengan normal. Sementara selama dua hari sisanya, Anda diminta untuk membatasi asupan hingga 500-600 kalori.

Pada hari-hari puasa, perempuan dianjurkan mengonsumsi 500 kalori dan laki-laki sebanyak 600 kalori. Sejumlah studi menemukan diet ini efektif membantu menurunkan berat badan.

3. Eat-stop-eat

Metode ini mengharuskan Anda menjalani puasa selama 24 jam penuh dalam sepekan. Lakukan puasa 1-2 kali dalam sepekan.

Misalnya, makan malam terakhir Anda jatuh pada Senin pukul 19.00 WIB, maka Anda harus berpuasa sampai Selasa pukul 19.00 WIB.

Selama berpuasa, Anda tetap diperbolehkan untuk mendapatkan asupan air, seperti air mineral, kopi, dan minuman nol kalori lainnya, asalkan tidak mengonsumsi makanan padat.

Sayangnya, metode ini cukup sulit dilakukan oleh banyak orang. Namun, Anda tak perlu terburu-buru. Anda bisa memulai puasa selama 14-16 jam, dan tambah durasi puasa secara perlahan hingga mencapai 24 jam penuh.

4. Alternate-day fasting

Alternate-day fasting jadi salah satu cara diet intermittent fasting yang populer. Dalam metode ini, Anda disarankan untuk berpuasa setiap hari.

Namun, bukan sembarang puasa yang dilakukan. Selama berpuasa, Anda tetap diperbolehkan mengonsumsi makanan asalkan dalam batas 500 kalori.

Hanya saja, studi menemukan, puasa alternatif tidak lebih efektif dalam menurunkan berat badan daripada diet pembatasan asupan kalori pada umumnya.

5. Warrior diet

Warrior diet dipopulerkan oleh ahli kebugaran Ori Hofmekler. Pada dasarnya, diet ini mengharuskan Anda berpuasa atau membatasi makanan sepanjang hari, kecuali pada malam hari.

Di siang hari, Anda diharuskan untuk mengonsumsi buah dan sayuran utuh. Sementara di malam hari, Anda dipersilakan untuk menikmati makan besar selama waktu empat jam. Pilihan makanan pada diet ini sangat mirip dengan diet Paleo yang didominasi oleh makanan utuh dan tidak diproses.

Demi keamanan, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memilih salah satu metode diet intermittent fasting di atas.

ARTIKEL EDUKASI Uncategorized