Berbagi Informasi :

Telur menjadi makanan yang digemari hampir semua orang. Tua, muda, anak-anak suka telur. Selain rasanya enak dan bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, telur juga menjadi sumber protein yang cukup tinggi. Meski demikian, di masyarakat ada kepercayaan bahwa telur bisa menyebabkan bisul jika dikonsumsi terlalu banyak.

Benarkah mengonsumsi telur terlalu banyak atau sering bisa menyebabkan bisul?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damay mengatakan, telur bukan penyebab bisul.

Bisul adalah infeksi bakteri yang menyebabkan kulit meradang atau terjadi peradangan di folikel rambut. Hal ini bisa terjadi karena kulit yang terlalu kotor, berminyak dan memiliki rambut bergesekan dengan kulit lainnya.

“Misal wajah, leher, paha, dan ketiak rentan terkena bisul,” kata Vito di akun instagram resmi miliknya. Mengutip pernyataan di media sosialnya itu melalui pesan singkat.

Sebaliknya, telur justru tergolong makanan yang mengandung protein dan nutrisi yang diperlukan tubuh. Terutama kandungan gizi yang ada di bagian putih telur. Di dalam telur juga terdapat nutrisi, vitamin A dan B12 serta mineral.

“Karena itu telur bisa berguna untuk proses penyembuhan luka,” kata dia.

Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi telur juga tidak terlalu baik walau memang tidak membuat bisulan. Berikut hal-hal yang bisa terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi telur.

1. Jerawat

Meskipun bukan penyebab langsung, telur bisa memperburuk kondisi jerawat yang sedang Anda alami. Telur bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh dan memicu produksi minyak berlebih yang bisa mengundang bakteri penyebab jerawat.

2. Berat badan naik

Telur memiliki kalori yang cukup tinggi. Satu butir telur mengandung 75 kalori. Saat Anda mengonsumsi telur orak-arik untuk sarapan setidaknya 225 kalori telah dikonsumsi tubuh. Kandungan lemak yang tinggi juga bisa menambah berat badan.

“Jika ingin sehat sebaiknya konsumsi telur dua sampai tiga hari,” kata dia.

Kuncinya kata Vito adalah mengonsumsi dengan wajar. Meski tidak menyebabkan bisul tapi ada persoalan lain yang bisa muncul akibat mengonsumsi terlalu banyak telur.

“Kalau ada yang alergi atau jerawatan ya sudah jangan dimakan,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.