Berbagi Informasi :

Bagi beberapa orang, diet keto bisa memicu masalah kesehatan. Berikut beberapa jenis orang yang tidak disarankan menjalani diet keto.

Diet keto merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Diet ini dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat secara drastis dan menggantinya dengan asupan lemak.

Mengutip Healthline, menurunnya asupan karbohidrat secara drastis akan membuat tubuh memasuki fase ketosis. Dalam kondisi ini, tubuh akan bekerja dengan baik dalam membakar lemak untuk dijadikan energi.

Meski ditemukan efektif menurunkan berat badan, namun sayangnya sejumlah studi justru menemukan dampak buruk jangka panjang akibat diet keto.

US News & World Report bahkan menempatkan diet keto sebagai diet terburuk untuk tahun 2022 mendatang. US News & World Report setiap tahunnya membentuk panel ahli kesehatan dan nutrisi untuk membuat pemeringkatan diet, dari yang terbaik hingga terburuk.

Mengutip Insider, para ahli nutrisi dalam panel tersebut berpendapat bahwa diet keto dapat memicu pembatasan asupan karbohidrat secara berlebih dan ketidakseimbangan nutrisi yang sulit untuk diikuti dalam jangka panjang.

Ada beberapa orang yang tak disarankan menjalani diet keto. Pada beberapa orang, diet keto mungkin saja memberikan hasil yang baik. Namun, tidak bagi sebagian orang.

Berikut beberapa orang yang tak disarankan menjalani diet keto, mengutip berbagai sumber.

1. Orang dengan risiko kardiovaskular

Panel US News & World Report memperingatkan diet keto yang fokus pada asupan tinggi lemak. Sebagaimana diketahui, asupan tinggi lemak dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung.

2. Ibu hamil

Para ahli sepakat bahwa masa kehamilan bukan waktu yang tepat untuk menjalani diet, terutama diet keto.

“Memotong kelompok makanan tertentu membuat ibu hamil sulit mendapatkan nutrisi yang tepat demi menjaga kehamilannya,” ujar ahli nutrisi Frances Largeman-Roth, mengutip Parade.

3. Ibu menyusui

Ibu menyusui akan membutuhkan lebih banyak kalori daripada ibu hamil. Memotong asupan makanan dapat merusak suplai ASI.

Tak hanya itu, ibu hamil juga perlu ingat akan kebutuhannya untuk tetap terhidrasi.

“Karena diet keto memotong asupan makanan kaya air seperti buah dan beberapa sayuran, Anda berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi,” ujar Largeman-Roth.

4. Orang dengan gangguan pencernaan

Diet rendah karbohidrat umumnya juga rendah serat. Padahal, dalam beberapa kasus pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), asupan serat justru menjadi kunci.

Tak hanya itu, ahli nutrisi lain, Martha KcKittrick, juga mengatakan bahwa asupan serat juga penting untuk kesehatan mikrobioma usus.

“Yang dikhawatirkan adalah bahwa rendah serat dan tinggi lemak dalam diet keto bisa memberikan efek negatif pada mikrobioma,” ujar McKittrick.

5. Orang dengan risiko osteoporosis

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa diet keto memberikan dampak buruk bagi kesehatan tulang.

Penelitian pada tikus telah menemukan bahwa diet keto bisa menyebabkan menurunnya kadar mineral pada tulang. Studi lain pada anak-anak juga ditemukan bahwa diet keto merusak kesehatan tulang.

Kendati demikian, hingga saat ini para ahli belum mengetahui penyebabnya dengan pasti.

6. Orang dengan riwayat diet yo-yo

Orang yang tak disarankan menjalani diet keto adalah mereka yang memiliki riwayat diet yo-yo. Diet ekstrem seperti keto cukup sulit untuk dilakukan. Tak hanya itu, diet ekstrem juga kerap mengajarkan seseorang untuk menjalani pola makan yang tidak seimbang.

“Jika Anda pernah melakukan diet keto dan berat badan kembali naik, maka mencoba berhenti mengonsumsi karbohidrat mungkin bukan langkah yang baik untuk kesehatan jangka panjang,” ujar Largeman-Roth.

Largeman-Roth mengatakan, Anda bisa menggunakan diet keto sebagai cara untuk memulai penurunan berat badan. Namun, diet ini tak bisa dilakukan dalam jangka panjang dan Anda disarankan untuk beralih ke pola makan yang lebih sehat.

7. Orang dengan diabetes

Memang, pada dasarnya, diet keto disebut dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan insulin. Hanya saja, kasus yang berbeda akan ditemukan pada orang dengan diabetes yang menjalani pengobatan insulin.

Jika Anda menggunakan insulin untuk mengelola diabetes, maka mengurangi asupan karbohidrat bisa menyebabkan penurunan gula darah yang drastis dan berbahaya.

“Jika tubuh Anda tak memiliki asupan karbohidrat yang cukup, seperti pada diet keto, dan Anda menggunakan insulin untuk mengontrol gula darah, maka tidak akan ada banyak sirkulasi dalam aliran darah,” jelas Largeman-Roth.

Namun, bukan berarti diet keto terlarang bagi orang dengan diabetes. Hanya saja, dalam hal ini diperlukan kehati-hatian yang lebih.

Demi keamanan, orang yang tidak disarankan menjalani diet keto di atas disarankan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program diet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.