Berbagi Informasi :

Infertilitas merupakan salah satu penyebab sulitnya pasangan untuk memiliki keturunan. Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr. M. Husni Shihab, Sp.OG (K), MARS mengungkap, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami infertilitas, ada berbagai pemeriksaan yang biasa dilakukan. 

Beberapa di antaranya ialah analisa sperma dan HSG yang merupakan pemeriksaan dasar infertilitas; serta USG transvaginal merupakan pemeriksaan lanjutan infertilitas.

Setelah pemeriksaan dilakukan, biasanya dokter akan menentukan tindakan yang tepat, untuk membantu pasangan sukses menjalani program kehamilan. Salah satunya adalah inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI).

“Ini merupakan metode mendekatkan sperma (yang sudah melalui proses washing sperm) dengan sel telur secara natural di dalam rahim. Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan begitu, metode ini diharapkan  mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma,” jelas dr. M. Husni dalam siaran pers.

Lebih lanjuy ia menjelaskan, indikasi pasien yang mengikuti program kehamilan dengan cara inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) adalah pasien dengan kondisi seperti Ovulatory dysfunction, faktor sperma (min 10jt motilitas >25%), dan atau unexplained infertility. 

Sementara syarat mengikuti program inseminasi atau IUI bagi pasangan suami dan istri adalah jumlah sperma ≥ 10jt, motilitas a+b >20%, pada wanita tuba uterine patent, usia < 40 tahun”.

Pemeriksaan serta tindakan tersebut kata dia kini bisa didapatkan di Klimik Fertilitas Indonesia RSU Andhika yang berlokasi di Jagakarta, Jakarta Selatan. Klinik yang didukung oleh Morula Indonesia ini kata dr. M. Husni sudah memiliki pengalaman 23 tahun di bidang teknologi reproduksi berbantu. 

Tujuan kami mendirikan Klinik Fertilitas Indonesia di RSU Andhika untuk membantu pasangan suami istri di  Jakarta Selatan dan sekitarnya yang kesulitan mendapatkan buah hati.

“Harapan kami membuka layanan ini agar bisa bersama-sama lahirkan pemimpin masa depan melalui program fertilitas dari Klinik Fertilitas Indonesia RSU Andhika,” tutur dr. Pemi Puji Apriani, MARS, Direktur Utama RS Andhika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.