Berbagi Informasi :

Beberapa negara di dunia sudah mulai melonggarkan aturan terkait pandemi COVID-19. Mulai dari pelanggaran perbatasan negara, berkumpul di ruang publik, hingga memperbolehkan warga tidak lagi menggunakan masker.

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memaparkan pandemi COVID-19 sangat mungkin berakhir dalam waktu dekat. Perkiraannya berakhir tiga tahun setelah wabah pertama kali dilaporkan.

“Tidak ada pandemi yang tidak berakhir, paling lama saya prediksi ini (pandemi COVID-19) 3 tahun dari sejak awal pandemi tahun 2020,” ungkap Dicky melalui pesan suara yang diterima.

Menurut Dicky, sangat mungkin Indonesia keluar dari krisis pandemi karena sudah memiliki modal salah satunya vaksinasi. Hal tersebut selaras dengan pernyataan pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memprediksi pandemi bisa berakhir bila imunitas lewat vaksinasi memadai.

“Kita punya optimisme, akhir tahun ini kita akan keluar dari krisis karena modalitasnya sudah ada seperti vaksinasi,” papar Dicky.

Selain vaksinasi, ada syarat lain untuk mengakhiri pandemi yakni tetap taat pada 3T dan 5M. Itu dilakukan sebagai upaya pengendalian kasus COVID-19 karena menurut Dicky, COVID-19 tidak akan pernah menjadi seperti flu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.