Berbagi Informasi :

Sarapan menjadi modal pertama sumber energi untuk memulai aktivitas. Bagi anak sekolah, sarapan juga menjadi sumber energi bagi otak agar lebih mudah konsentrasi ketika belajar.

“Kita tahu sepanjang malam saat tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan energi apa pun. Sehingga saat pagi, sebaiknya sarapan agar kembali mendapatkan sumber energi terutama untuk otak,” kata Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK., dalam diskusi virtual Sarapan Berisi bersama Blue Band.

Dokter Diana menyampaikan, sarapan untuk anak sekolah terutama usia 6-12 tahun, tidak perlu terlalu banyak. Karena sumber energi yang diperlukan dari sarapan cukup 25-30 persen dari total kalori harian.

“Kalau kita ngomongin anak usia sekolah SD misalnya kelas 1 sampai kelas 6, kalori hariannya sekitar 1500. Kalau kita bicara 25-30 persen berarti pagi-pagi paling tidak 300-350 kalori,” tuturnya.

Jumlah kalori tersebut bisa didapatkan dengan menu sarapan berupa nasi sekitar empat sendok makan sebagai sumber karbohidrat ditambah lauk yang mengandung protein.

Dokter Diana menyarankan, lauk dengan kandungan protein bisa didapat dari telur. Satu telur mengandung sekitar 6 gram protein. Sehingga untuk anak-anak bisa diberikan dua butir telur.

“Jangan takut kolesterol karena anak masih butuh kolesterol. Bisa dibuat telur ceplok dan bisa tambahin serat dengan potongin wortel. Itu sudah cukup sekitar 350 kalori per hari dengan protein sekitar 14 gram untuk sarapan anak. Sehingga anak bisa memakai energi itu untuk aktivitas harian,” tuturnya.

Sementara waktu sarapan yang tepat, menurut dokter Diana, paling tidak 30-60 menit sebelum anak beraktivitas di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.