Berbagi Informasi :

Kasus COVID-19 di wilayah Eropa kembali meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kemunculan subvarian Omicron BA.2 atau disebut sebagai ‘Omicron Siluman’.

Badan Pengawas Obat-obatan Eropa atau European Medicines Agency (EMA) mengatakan BA.2 merupakan salah satu varian COVID-19 yang tengah meningkat di seluruh Uni Eropa (UE). Ini terjadi setelah beberapa negara Eropa memutuskan untuk mencabut aturan pembatasan.

“Di saat banyak negara Uni Eropa mencabut pembatasan, kami melihat bahwa tingkat infeksi meningkat lagi di beberapa negara anggota,” ungkap Marco Cavalieri, kepala strategi ancaman kesehatan biologis dan vaksin EMA yang dikutip dari Xinhua News, Jumat (18/3/2022).

“Sebagian karena sirkulasi Omicron BA.2, yang tampaknya lebih menular daripada varian lain,” bebernya.

Cavalieri mengungkapkan peningkatan kasus COVID-19 mungkin juga bisa menekan sistem perawatan kesehatan di Eropa.

Maka dari itu, EMA mendorong warga di Eropa agar segera mendapatkan vaksinasi COVID-19. Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa subvarian Omicron BA.2 ini bisa mempengaruhi perlindungan dari vaksin.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa respon imun setelah vaksinasi berbeda secara signifikan dengan Omicron BA.2. Vaksin terus menawarkan perlindungan tinggi terhadap rawat inap dan kematian,” jelasnya.

Di Eropa saat ini sudah ada lima jenis vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari EMA. Jenis vaksinnya yaitu Pfizer/BioNTech, Moderna, AstraZeneca, Janssen, dan Novavax.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.