Berbagi Informasi :

Swamedikasi (pengobatan sendiri) merupakan bagian dari upaya masyarakat  dalam pengobatan mandiri dengan menggunakan obat-obatan sebagai terapi tanpa saran dari profesional atau tanpa resep dokter. Upaya swamedikasi sendiri telah umum dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, diare, penyakit kulit, dan penyakit ringan lainnya (Restiyono, 2018). Namun dalam prakteknya swamedikasi dapat menjadi masalah terkait obat mengenai Drug Related Problem karena keterbatasan pengetahuan tentang obat dan cara penggunaannya.

Swamedikasi jika dilakukan dengan benar, dapat bermanfaat  bagi pasien, petugas kesehatan, dan pemerintah. Manfaat pertama mungkin untuk membantu pasien  mencegah dan mengobati gejala ringan secara mandiri. Kedua, dapat mengurangi beban kerja staf medis yang terlibat dalam menangani klaim ringan. Ketiga, dapat menekan biaya pengobatan pasien, terutama pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Swamedikasi menimbulkan tantangan baru jika tidak dilakukan dengan baik, yaitu tidak menyembuhkan penyakit  bakteri resisten obat dan kecanduan obat (Halim et al., 2018).

Swamedikasi yang sesuai dengan aturan adalah apabila cara penggunaan obat sesuai dengan aturan yang tercantum pada kemasan. Obat yang aman digunakan untuk swamedikasi  yaitu golongan obat bebas dan bebas terbatas relatif. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk swamedikasi disebut  obat bebas atau obat bebas terbatas. Anda bisa membeli obat bebas ini di warung, apotek, dan supermarket. Di sisi lain, obat yang dibeli dengan resep dokter sering disebut sebagai obat resep.

Obat Golongan Bebas:

Obat golongan ini dapat dibeli bebas tanpa resep dokter dan dapat dibeli di apotek atau toko obat. Tanda khusus berwarna hijau  dalam lingkaran  hitam.

 

Obat Golongan Bebas Terbatas:

Obat golongan ini disebut juga daftar W (Waarschuing adalah peringatan). Tanda khusus paa golongan obat ini berwarna biru  dalam lingkaran  hitam. Kelompok ini dapat dipasarkan secara bebas dalam jumlah terbatas dan disertai dengan tanda peringatan yang ditulis dengan huruf putih di atas kertas hitam, meliputi enam jenis, yaitu:

Banyaknya masyarakat yang melakukan swamedikasi disebabkan oleh banyak faktor, antara lain sejauh mana informasi dan iklan mengenai obat bebas dan obat bebas terbatas yang dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Hal ini tentunya sangat memudahkan swamedikasi terhadap beberapa penyakit  karena relatif cepat, hemat biaya dan nyaman tanpa perlu antri ke dokter (Yusrizal, 2015). Kemudahan swamedikasi perlu disertai dengan informasi yang akurat tentang penggunaan obat yang benar agar tercapai kualitas swamedikasi yang baik, terhindar dari efek samping obat, dan terhindar dari kesalahan pengobatan.

Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatur swamedikasi dan penjualan obat bebas, namun dalam perkembangannya peraturan tersebut tidak berhasil mengekang keinginan masyarakat untuk membeli obat yang tidak termasuk obat bebas, obat bebas terbatas dan obat wajib apotik dalam upaya melakukan swamedikasi.


Kontributor : Olyvia Azzahra Putri Hartono (Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Binawan)


 

Referensi:

  • Dewi, S. (2018). Medikolegal Pengobatan Untuk Diri Sendiri (Swamedikasi) Sebagai Upaya Menyembuhkan Penyakit. Hukum Dan Dinamika Masyarakat, 15(1), 86–93.
  • Efayanti, E., Susilowati, T., & Imamah, I. N. (2019). Hubungan Motivasi Dengan Perilaku Swamedikasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 21–32.
  • Hidayati, A., Dania, H., & Puspitasar, M. D. (2017). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Rw 8 Morobangun Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta. 3(2), 139–149.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.