Berbagi Informasi :

Menyusui merupakan salah satu fase terpenting dalam proses tumbuh dan kembang anak. Sebab, menyusui mempunyai banyak sekali manfaat bagi buah hati Bunda.

Terutama, di masa pandemi yang masih berlangsung hingga detik ini. Pemberian ASI akan memperkuat sistem kekebalan tubuh anak sehingga bisa menjadi tameng alami untuk menangkal penyebaran virus Covid-19.

Untuk itu, artikel ini akan mengulas pentingnya ASI di masa pandemi ini.

Apa Saja Manfaat Menyusui di Masa Pandemi?

ASI mempunyai kandungan zat yang sangat dibutuhkan buah hati. Apa saja ya kandungan ASI?

  1. Antibodi

ASI mempunyai kandungan antibodi yang bisa melindungi anak dari paparan berbagai virus. Salah satunya termasuk virus Covid-19.

Diketahui bahwa ASI mengandung zat antiviral factors, immunoglobulin, sitokin, dan leukosit yang berperan sebagai antibodi buah hati Bunda. Yang menarik, ketiga kandungan tersebut akan semakin banyak seiring dengan pertmabahan usia buah hati Bunda.

  1. Hormon Oksitosin

Ternyata, ASI tak hanya memberi manfaat bagi anak saja lho. Kandungan hormon oksitosin pada ASI mampu menstimulasi aktivitas menyusui sehingga bisa mengurangi tingkat stres Bunda.

Tentunya, keberadaan hormon ini sangat membantu untuk menjaga kesehatan mental Bunda dalam menghadapi pandemi yang belum kunjung berakhir.

  1. Sumber Makanan Terbaik

Bunda, ternyata ASI merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Ini dikarenakan ASI sudah terjamin kualitasnya. Dengan begitu, ASI sangat aman untuk dikonsumsi buah hati Bunda.

Tak hanya itu, ASI merupakan sumber makanan alami yang bisa Bunda dapatkan secara gratis. Sehingga Bunda bisa berhemat karena tak perlu mengeluarkan banyak biaya.

Nah, itulah manfaat luar biasa ASI bagi buah hati Bunda. Lebih dari itu, ASI bisa Bunda jadikan sebagai momentum membangun tali kasih dengan anak sejak dari dini.

Berapa Jangka Waktu Ideal Pemberian ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian  ASI saja pada bayi tanpa disertai pemberian  minuman maupun makanan pendamping lainnya. Idealnya, pemberian ASI eksklusif ini dilakukan minimal selama enam bulan.

Untuk selanjutnya, ASI bisa diberikan kepada buah hati hingga usia dua tahun.

Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan dengan ketetapan sebagai berikut: inisiami menyusu dini (IMD) dengan durasi selama 1 jam setelah kelahiran; dilakukan tanpa pemberian minuman dan makanan tambahan; ASI diberikan secara langsung tanpa menggunakan dot atau cangkir; dan mengeluarkan ASI dengan cara memompa atau memerah dengan tangan saat tidak bersama bayi dan dalam kondisi pikiran yang tenang.

Apa Jadinya Jika Bayi Tidak Memperoleh ASI Eksklusif?

Mengingat betapa pentingnya ASI bagi tumbuh kembang buah hati, bisa dikatakan bahwa ASI merupakan harta yang sangat berharga bagi sang bayi  karena ini merupakan modal awal bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Oleh karenanya, bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif sangat rentan terkena berbagai jenis gangguan kesehatan seperti pneumonia, diare, diabetes, kanker anak, asma, kegemukan, alergi, bahkan penyakit jantung dan pembuluh darah yang sangat berbahaya bagi sang buah hati.

Tak hanya itu, kurangnya pemberian ASI juga dapat menyebabkan masalah gizi seperti stunting yang menghambat pertumbuhan anak.

Lebih dari itu, pemberian ASI nyatanya tidak sekedar pemberian asupan bergizi semata. Namun, ini juga menjadi ikhtiar dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa.

Pandemi Bukan Penghalang Pemberian ASI Eksklusif

Pandemi yang hingga kini belum kunjung berakhir menjadi sebuah hal yang menyebabkan ketakutan sendiri bagi para ibu.

Banyak dari mereka yang takut memberikan ASI karena khawatir menularkan virus Covid-19 pada sang buah hati.

Padahal, sebenarnya pandemi tidak boleh menjadi penghalang pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Kementerian Kesehatan merumuskan tips pemberian ASI di masa pandemi yang bisa Anda terapkan:

  1. Memakai masker saat menyusui dan merawat bayi.
  2. Senantiasai mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi.
  3. Membersihkan dan mendisfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh ibu dan bayi.

Adapun bagi ibu dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sedang menjalani isolasi mandiri bisa melakukan tips di bawah ini:

  1. Merawat bayinya secara langsung dan berada pada kamar yang sama dengan bayinya.
  2. Menyusui secara langsung dengan tetap mempraktikkan prosedur pencegahan penularan infeksi yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, membersihkan benda dengan disinfektan, menggunakan masker saat menyusui, jaga jarak fisik, dan menghindari terlalu sering menyentuk mata, hidung dan mulut.

Apabila Ibu sudah tidak kuat menyusui secara langsung, maka Ibu bisa memberikan ASI perah dengan menggunakan tangan maupun alat pompa.

Ibu juga bisa memanfaatkan keberadaan donor ASI dan pastikan untuk selalu melaporkan perkembangan kesehatan Ibu dan buah hati kepada tenaga kesehatan setempat.


Kontributor : Silfianti (Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul)


 

Sumber Rujukan :

  • Dewi, Novita,  Novayelinda., Riri,  Woferst, Rismadefi,.  2021. Gambaran Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Selama Pandemi Covid -19. Jom FKP vol 8 No. 1 (1) 2021.
  • Harianto, Sugeng. 2018. Manfaat Air Susu Ibu (ASI). : National Public Health Journal. doi: 10.21109/kesmas.v3i4.220.
  • Kambera, Loli, dkk. 2021. Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui Tentang ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Kesehatan vol 15 3 (11) 2021.
  • Kementerian Kesehatan. 2020. Praktik Menyusui dan Pemberian MP-ASI Pada Masa Pandemi Covid-19. https://gizi.kemenkes.go.id/katalog/ diakses secara online pada 5 April 2022
  • Suradi, Rulina. 2001. Spesifitas Biologis Air Susu Ibu. Jurnal Kesehatan vol 3 (3), 12.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.