Berbagi Informasi :

Warga Malaysia kini tak lagi diwajibkan menggunakan masker di luar ruangan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin yang memaparkan tentang aturan pengendalian Covid-19 terbaru.

Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa siapa pun dapat pergi ke tempat mana pun terlepas dari status vaksinasi mereka. Pemilik toko hanya perlu mengecek apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak di aplikasi MySejahtera miliknya.

Mengenakan masker di luar ruangan tergantung pada kebijaksanaan individu tetapi diwajibkan di dalam ruangan dan di transportasi umum, termasuk kendaraan e-hailing. Individu dapat melepas topeng mereka di dalam ruangan jika mereka makan, memberikan pidato, melakukan olahraga berat atau memberikan pertunjukan.

Mereka yang sakit atau memiliki gejala harus memakai masker mereka terlepas dari apakah itu di dalam atau di luar ruangan.

Depkes akan memberlakukan mandat masker di dalam ruangan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 (UU 342). Tidak lagi wajib memindai kode QR MySejahtera tetapi setiap orang dianjurkan untuk mengaktifkan MYSJ Trace. Lantas bagaimana Indonesia?

Beberapa waktu lalu, Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan antibodi yang tinggi dalam level komunitas maupun populasi, bukan berarti meninggalkan kepatuhan pada protokol kesehatan yang berlaku.

“Bukan berarti lepas masker, yang ada malah peningkatan kasus lagi. Lonjakan kasus di China karena vaksinasi lansia tidak sebaik di Indonesia. Kita konsisten terus pada lansia,” katanya.

Pandu mengatakan imunitas penduduk adalah modal dasar menghadapi virus, meskipun berbagai mutasi virus yang terjadi di dunia belum seluruhnya bisa pastikan.

“Kalau semua penduduk dunia memiliki kekebalan, maka evolusi virus jadi lebih lama frekuensinya dan aktivitas masyarakat berjalan lebih lama,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.